5 Manfaat Etika Bisnis Untuk Perusahaan

5 Manfaat Etika Bisnis Untuk Perusahaan

Banyak orang menggunakan sosial media untuk sekedar jejaring sosial semata untuk kepentingan pribadi. Perspektif Hukum, yakni sikap yang wajib ditaati selama melakukan perjalanan bisnis dalam sebuah negara, umumnya tercantum dalam Undang-Undang Hukum Dagang Bisnis. Dalam hal ini, segala hal yang Kamu lakukan untuk bisnis tetap menjaga hak dan keutuhan privasi dari klien, berusaha menghargai. Membuat sebuah tampilan atau citra tempat usaha dengan nilai positif. Bisa membuat nilai kebahagiaan untuk pelaku keluarga bisnis seperti karyawan, klien. Hasil saling menguntungkan tidak sebatas dalam bentuk finansial saja kendati pada umumnya seorang pebisnis tetap mencari celah keuntungan finansial.

Etika dalam berbisnis

Tanpa kejujuran, bisnis tidak akan bertahan lama, karena kejujuran adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnis. Prinsip ini harus diterapkan dalam segala kegiatan bisnis misalnya saat melaksanakan kontrak terhadap pihak ketiga maupun karyawan, jujur terhadap konsumen, jujur salam kerja sama, dan lain sebagainya. Itulah tadi beberapa manfaat dari etika bisnis yang dapat diperoleh suatu perusahaan. Memag begitu penting arti etika bisnis untuk keberlangsungan sebuah perusahaan.

Sehinnga orang akan percaya dan memiliki keyakinan bahwa bisnis Anda memiliki etika yang baik. Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia.

Bisnis apapun harus memiliki etika, termasuk etika bisnis on-line sekalipun. Dalam berbisnis baik tatap muka langsung ataupun on-line, tetap diharuskan menerapkan etika berbisnis, baik etika bisnis bagi penjual maupun pembeli. Dari kasus COD diatas, tidak hanya disalahkan kepada pembeli namun penjual ikut andil untuk kasus tersebut karena tidak menerapkan etika berbisnis. Seringkali etika bisnis dipandu oleh hukum, sehingga dapat berjalan secara beriringan. Meskipun begitu, ada beberapa organisasi yang lebih memilih untuk beroperasi secara etis untuk mendapatkan penerimaan dari masyarakat. Salah satu tujuan etika bisnis yang paling utama adalah membantu membangun tingkat kepercayaan yang lebih tinggi antara para pemangku kepentingan dalam suatu organisasi dan para konsumen.

Aktivititas bisnis berada dalam wilayah hukum, dan sebagian orang berasumsi bahwa hukum hanya merupakan seperangkat aturan yang diterapkan dalam aktivitas bisnis. Mereka berasumsi, hanyalah hukum yang merupakan pedoman yang relevan bukan etika. Berikut ini akan dibahas dua pendapat tentang hubungan etika dan hukum. Bisnis adalah organisasi ekonomi yang beroperasi dalam lingkungan hukum, dan didirikan dengan tujuan untuk menyediakan barang-barang dan jasa. Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada efisiensi atas operasinya. Dalam sistem ekonomi kapitalis, untuk mendapatkan keuntungan perusahaan harus bersaing secara efektif dalam suatu pasar terbuka.

Keadilan Legal Menyangkut hubungan antara individu/kelompok masyarakat dengan negara. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak tercapai, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Suatu tindakan itu baik dinilai berdasarkan tindakan itu semdiri sebagai pada dirinya sendiri. Norma umum ada tiga yaitu, norma sopan santun, norma hukum, dan norma moral. Etika bermaksud membantu manusi, untuk bertindak secara bebas dan bertanggung jawab. Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu perinsip utama moralitas.

Karena, masing-masing perusahaan pasti memiliki kondisi dan strategi yang berbeda-beda dalam mencapai suatu tujuan perusahaan. Pendekatan ini memiliki pengaruh besar dalam menghargai dan menghormati setiap tindakan yang dilakukan orang lain. Namun, jika tindakan tersebut dinilai bisa mengakibatkan suatu perpecahan atau benturan dengan hak orang lain, maka tindakan tersebut harus dihindari. Selain itu dengan menerima suap tentunya akan merugikan Anda karena investor akan menarik dana mereka. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda memiliki sikap tegas dan menolak suap. Ini akan diperjuangkan dalam memutuskan apa yang dianggap benar atau tidak.

Meskipun mempertahankan jati diri, seorang pengusaha dan bisnisnya harus tetap bisa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Moralitas juga bersifat spesifik untuk suatu masyarakat dan eksis pada waktu dan tempat tertentu. Moralitas suatu bangsa berbeda dari suatu waktu ke waktu tergantung dari kemajuan perabadan yang dimiliki. Alasan utama berkaitan dalam berbagai pilihan adalah untuk memaksimalkan utility. Etika memberikan berbagai pertimbangan selain pertimbangan bersifat ekonomi dengan berbagai alasannya, termasuk kebenaran, keadilan dan nilai-nilai diluar ekonomi.

Tujuan utama dalam berbisnis adalah mendapatkan keuntungan secara finansial. Contoh, andaikan ketika sebuah bisnis sudah disepakati, ada oknum dari pengusaha maupun pihak lain yang mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi keuntungan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan gagal. Prinsip kejujuran menjadi etika utama yang harus selalu diterapkan, tidak hanya ke mitra bisnis saja, namun juga ke pelanggan dan di internal perusahaan.

Sebagian manajer membuat suatu kesalahan karena mereka gagal memahami dimensi etika dalam suatu situasi. Etika bisnis sering diartikan sebagai tindakan yang mendasarkan suatu etika oleh seorang manajer dengan melakukan sesuatu yang benar . Bertindak dengan mendasarkan atas etika adalah faktor penting bagi keberhasilan individu dan efektifitas suatu organisasi.

Comments are closed.